Feeds:
Tulisan
Komentar

 

 

Ketika sebuah ide datang, maka ia ibarat kupu-kupu yang hinggap di otak kita. Kita harus cepat-cepat menangkapnya agar ide itu tidak terbang dan menghilang begitu saja. Saat kita kehilangan ide untuk menulis pun, kita harus cermat melihat penampakan kupu-kupu di banyak tempat. Lihat sekeliling dengan cermat dan raih sebanyak-banyaknya kupu-kupu yang bisa tertangkap oleh jaring-jaring kita. Lanjut Baca »

Mencium Bibir Pelaminan

 

Kata-kata seperti judul di atas saya dengar dari sebuah tayangan televisi beberapa hari yang lalu. Acara tersebut kala itu membahas tentang rencana pernikahan seorang vokalis grup band di negeri ini. Alih-alih memperhatikan isi beritanya, saya justru geli dengan penggunaan ungkapan berbentuk kiasan yang digunakan oleh pembaca narasi dari berita artis tersebut. Lanjut Baca »

Asa itu Masih Ada

 

 

Pada hari Selasa (03/11) kemarin, hampir sebagian besar perhatian masyarakat tertuju pada tayangan televisi siang hari itu. Rekaman KPK yang berisi pembicaraan pihak-pihak yang diduga berseteru dengan KPK itu sontak menuai banyak komentar dari masyarakat. Antara miris dan senang. Agaknya reaksi itu yang muncul saat kita mengikuti perkembangan berita yang ada. Miris karena mafia bisnis itu ternyata mampu mengobok-obok aparatur hukum negara ini lewat kejahatan yang terorganisir. Dan senang karena ternyata di balik kebusukan birokrat-birokrat negeri ini, masih ada orang-orang cerdas dengan integritas tinggi yang mau berjuang habis-habisan atas nama kebenaran dan keadilan. Lanjut Baca »

Bagiku Ia adalah Oase

Ketika pelajaran Fisika dan Kimia saya anggap seperti sebuah padang pasir yang panas dan gersang, maka pelajaran Bahasa Indonesia saya anggap sebagai sebuah oase di tengah padang pasir tersebut. Pelajaran-pelajaran sekolah tersebut tidak bermaksud untuk saya kotak-kotakkan, hanya saja saya merasa bahwa pelajaran Bahasa Indonesia adalah saat dimana saya bisa refreshing di tengah jadwal mata pelajaran yang lain. Saat dimana saya bisa membaca cerita, puisi, novel, dan bermain dengan kata-kata saat pelajaran sekolah berlangsung. Lanjut Baca »

 

Gaya bahasa tulis seperti judul di atas, hampir setiap hari saya gunakan. Baik dalam bermesej/SMS, bermilis, chat, berkirim surat elektronik, menulis status di facebook, dan menulis postingan dalam sebuah forum diskusi. Bahasa tulis yang lewah atau berlebihan, setidaknya seperti itu saya menyebut gaya bahasa tulis saya. Tulisan yang menggunakan penggunaan huruf lebih banyak dari yang dibutuhkan, serta menambah atau mengganti huruf konsonan yang ada pada suatu kata. Lanjut Baca »

Legalisir VS Legalisasi

-

WP : “Mbak, yang benar itu minta legalisir atau legalisasi?”
Saya : (berpikir sejenak) “Legalisasi, mbak.”

Sebuah potongan percakapan singkat yang terjadi beberapa hari lalu di loket tiga, tempat saya bekerja sebagai seorang frontliner. Saya menduga wajib pajak itu akan membuat surat yang isinya meminta legalisasi dari sebuah institusi. Kebingungan dalam penggunaan bahasa baku saat akan menulis surat resmi atau bentuk tulisan formal lainnya memang bisa terjadi pada siapa pun. Saya dan Anda pun pasti pernah mengalaminya. Lanjut Baca »

Saya ingat perbincangan saya dengan guru bahasa Indonesia saya saat duduk di kelas satu Sekolah Menengah Pertama. Saat itu beliau sedang menerangkan tentang kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga, baik tunggal maupun jamak. Ketika menerangkan kata ganti orang pertama jamak, guru bahasa Indonesia saya menyebut kata “kami” dan “kita” sebagai contohnya. Salah seorang teman sekelas waktu itu bertanya,

Bu, apa bedanya “kami” dan “kita”?” tanyanya.

Sama saja, karena keduanya merupakan kata ganti orang pertama jamak.” jawab guru SMP saya kala itu.

Ketika itu saya merasa tidak sependapat dengan penjelasan guru saya tadi. Lanjut Baca »

Tidak ada tulisan tanpa membaca. Saya mengambil ungkapan bijak itu untuk melanjutkan pembahasan saya dari postingan sebelumnya berjudul, Menulis sebagai Budaya. Seperti halnya menulis, membaca belum menjadi budaya dalam masyarakat Indonesia. Pun mungkin dalam kehidupan saya sendiri. Membaca masih sebatas sebuah kegemaran, namun belum menjadi sebuah budaya.

Lalu dimana letak perbedaan kegemaran dan budaya membaca? Kegemaran atau hobi hanya Lanjut Baca »

Apa yang terjadi pada seseorang yang berkeinginan untuk menulis tapi saat itu inspirasi yang dia harapkan tidak hadir dalam pikirannya. Ide itu ada, tapi data-data yang dia miliki tidak cukup untuk mendukung ide yang ada untuk tulisannya. Tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan selain mencari data-data pendukung ide itu. Melalui apa? Lanjut Baca »

Menuliskan Pikiran

 

Hal gila lain yang saya lakukan, tentu saja, adalah ketika saya memutuskan untuk membuat blog pelangikata ini. Ya gila saja, menurut saya pribadi, seorang fita yang kegiatan tulis menulisnya belum ada apa-apanya (dan ini benar-benar belum ada apa-apanya) kok berani-beraninya menciptakan blog yang banyak membahas hal tentang menulis. Apalagi berani-beraninya memberikan tips dan (berencana) menjelaskan teori tentang kepenulisan. Begh! Tau apa fita tentang itu semua? Lanjut Baca »

Padanan Kata

Salah satu hal yang harus kita lakukan agar tulisan kita selalu menarik adalah dengan menuliskan kosakata-kosakata baru dalam tulisan-tulisan kita.  Bukan berarti harus kata-kata asing, bisa jadi hanya mengganti kosakata yang umum dipakai dalam keseharian dengan sinonim dari kata tersebut.  Untuk bisa melakukannya pastilah kita harus memperkaya perbendaharaan kosakata yang kita miliki.  Hal yang paling gampang dilakukan untuk menambah koleksi kosakata adalah dengan banyak membaca.

Di bawah ini ada sebuah permainan yang bisa pula kita gunakan untuk menguji perbendaharaan kosakata kita.  Sebuah permainan sederhana yang saya dapat dari sebuah buku Naning Pranoto, seorang tutor creative writing, tentang jurus jitu melejitkan potensi kepenulisan anak.  Walau pun mungkin sebagian besar dari pembaca blog ini sudah bukan anak-anak lagi, tapi tidak ada salahnya mengikuti kuis ini.  Kuis untuk anak kecil ini pun ternyata tidak mudah untuk diselesaikan, hehe_

Jangan lupa tuliskan jawabannya di kotak komentar ya, karena beda orang akan beda jawaban..  Have a nice game..^^  (blog.akusukamenulis)

 

Apple_Tree-300x251

 

 

Carilah SINONIM 15 kata dibawah ini!

MERPATI     CURANG     OLAHRAGA     BULAN     IRI

SURGA     ALGOJO     TANGAN     KREDIT     PIKUN

SUNGAI     KOMA     JIPLAK     MEMBUAL     KAKI LANGIT

Tulisan Sebelumnya »