Feeds:
Pos
Komentar

Jika Aku Melarat

 

 

Sore ini Mbok Emban khidmat duduk di depan televisi. Pak Emban yang baru pulang dari kelurahan, beruluk salam saat masuk rumah. Tidak seperti biasanya, salam itu dijawab lirih oleh Mbok Emban. Curiga, Pak Emban mendekati istrinya. Tak disangka tak dinyana, ternyata Mbok Emban tengah menangis sesenggukan! Lanjut Baca »

 

 

 

Mbok Emban pagi itu sedang nyirami pot-pot kembang  saat segerombolan ibu-ibu lewat depan rumah dengan tergesa-gesa. Salah satunya ada Mbakyu Sarti dari desa sebelah.

 

“Mau kemana, Mbakyu? Kok keliatannya kesusu, mbok mampir dulu..”

“Eh, Mbok Emban. Anu, mau ke tempat pak Karto Direjo yang juragan sapi itu. Ada bagi-bagi sembako gratis, kemarin pak RT bagi-bagi girik ke rumah-rumah. Mbok Emban ndak ikut?”

“Wah, malah ra reti. Ndak dapat girik juga.”

“Lho? Padahal denger-denger ada seribu girik yang dibagi-bagi. Ya wis, aku kesana dulu. Kalau datangnya kesiangan takut nggak kebagian. Monggo Mbok..Lanjut Baca »

Razia Buku

 

 

Susilo yang baru sampai rumah sepulang sekolah, menguluk salam dan mencium tangan Mbok Emban. Sambil melepas sepatu dan kaos kaki di lincak, ia bercerita.

“Tadi pagi di sekolah ada razia buku lho, Mbok.” Lanjut Baca »

 

Judul : Sepatu Dahlan
Penulis : Khrisna Pabichara
Penerbit : Noura Books
Tanggal terbit : Mei – 2012
Harga : Rp 62.500

“Kemiskinan yang dijalani dengan cara yang tepat, akan mematangkan jiwa.” Pesan inilah yang ingin disampaikan oleh novel berjudul “Sepatu Dahlan” karangan Khrisna Pabichara. Novel setebal 392 halaman ini terinspirasi oleh kisah masa kecil Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang harus berjalan sekitar 6 kilometer setiap hari tanpa alas kaki!

Lanjut Baca »

Sebenernya sudah sejak beberapa bulan yang lalu pengen nulis soal fenomena love cyber ini. Tapi karena satu dan lain hal baru sempat menulis sekarang. Dan selama berbulan-bulan itulah didapatkan hasil observasi bahwa fenomena ini ternyata bukan cuma jadi perhatian saya seorang. Bukan pula cuma cewek yang tertarik, kalangan cowok pun ternyata menaruh perhatian!

Apa itu?

Lanjut Baca »

Beberapa hari yang lalu sebuah surat masuk ke inbox surel. Ternyata dari redaksi sebuah koran nasional yang bermarkas di kota Jakarta. Isinya tentang “tanggapan” atas kiriman tulisan resensi yang sempat dikirim ke koran tersebut. Sebelumnya, saya memang mengirim sebuah tulisan resensi ke koran tersebut. Namun setelah beberapa hari ditunggu dan resensi tidak kunjung dimuat, maka saya berinisiatif untuk merombak tulisan tersebut dan mengirimkannya kembali. Sayangnya, pasca dirombak ulang, resensi yang saya kirim pun tidak juga dimuat. Saya sempat penasaran apa sebab musabab tulisan itu tidak kunjung dimuat, karena bulan Agustus 2011 yang lalu saya hanya menunggu satu hari sampai kiriman resensi dimuat di koran tersebut. Hingga akhirnya di satu hari, rasa penasaran itu terjawab lewat kiriman surat elektronik sang redaktur koran. Lanjut Baca »

Oleh : Nurfita Kusuma Dewi

Rencana Lady Gaga, penyanyi kontroversial dari Negeri Paman Sam, mengadakan konser di Jakarta pada 3 Juni mendatang terus menjadi tema “seksi” yang dibahas di berbagai media massa. Pro-kontra terus saja bergulir, sampai-sampai masyarakat Indonesia seolah terbagi menjadi tiga kubu yang saling berlawanan dalam menanggapi kedatangan sang superstar. Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya