Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2010

Seorang Wajib Pajak (WP) datang membawa surat teguran yang ia terima dari salah satu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Semarang.  Di loket empat, ia menyatakan keberatan atas pengiriman surat teguran pelaporan SPT Tahunan yang dikirim ke rumahnya via pos.

“Saya ini setiap tahun bayar pajak motor, mbak.  Kenapa dapet surat teguran juga?” protes WP tersebut.

“Ini surat teguran untuk pelaporan SPT Tahunan 2008, Bapak.  Bapak sudah melaporkan SPT Tahunan tahun 2008 atas pendapatan Bapak atau belum?  Kalau tahun 2008 Bapak memang sudah melaporkan SPT Tahunan, Bapak bisa menemui AR (Account Representative.red) dengan menunjukkan tanda terima berkas SPT Tahunan 2008 atas nama Bapak.” kata seorang frontliner menjelaskan. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Aku sangat mencintai istriku, Mayang. Apalagi sejak ia memutuskan untuk menetap di Balikpapan, aku makin sayang dan mencintainya. Sebetulnya, hal ini tidak sejalan dengan apa yang telah kami sepakati di awal pernikahan kami. Sejak khitbah, kami sudah sama-sama sepakat dan ridho untuk menjalani LDL. Long Distance Love. Balikpapan-Jogja.

Kami berdua memang bekerja pada satu instansi pemerintah yang sama. Peraturan dari kepegawaian memberi kesempatan bagi seorang istri untuk pindah kantor mengikuti kota penempatan definitif suami. Aku menyetujui kepindahannya ke Balikpapan bukan karena egoku semata. Alasannya lebih karena aku sayang Mayang dan perasaan tidak tega pada Mayang. Aku tidak tega mendengarnya menangis setiap malam di telepon sejak hari pertama kami menjalani LDL. Kangen, begitu kata Mayang ketika kami bermesej atau bertelepon. (lebih…)

Read Full Post »

Sebagian besar masyarakat mengira bahwa pusat Kota Semarang adalah Kawasan Simpang Lima. Dengan segala kekhasan yang dimilikinya, Kawasan Simpang Lima memang selalu mampu menarik perhatian masyarakat untuk datang mengunjunginya. Sebuah hal yang lazim jika lapangan luas, atau yang biasa disebut juga sebagai alun-alun, merupakan ikon sekaligus sentral kegiatan masyarakat sebuah kota. Dan karena itu pula, Kawasan Simpang Lima mampu menjadi ikon tersendiri bagi Kota Lumpia ini. (lebih…)

Read Full Post »

Seorang anak balita berlari-lari mengejar bola yang terus menggelinding di sebuah taman.  Tiba-tiba ia terjatuh.  Sang ibu yang melihat kejadian itu sontak langsung mendekati buah hatinya.

“Jatuh ya, Nak?  Siapa yang nakal?  Kodoknya yang nakal ya?  Ugh!  Kodoknya memang nakal!  Ibu pukul ya kodoknya?  Cup..cup..  Jangan nangis lagi ya, kodoknya udah pergi.  Kodoknya memang nakal.”  kata sang Ibu sembari berpura-pura memukul kodok untuk menghentikan tangis anaknya. (lebih…)

Read Full Post »

Seorang Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) mendatangi loket 3 TPT sebuah KPP Pratama di Semarang.  Seorang frontliner menyambutnya dan terjadilah percakapan diantara keduanya.

“Mbak, saya mau memperpanjang (kartu NPWP.red)” kata WP sembari menunjukkan kartu NPWP miliknya.

Pertanyaan ini terasa janggal karena kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) tidak mengenal istilah “perpanjangan”.  Mungkin WP itu mengira bahwa kartu NPWP harus diperpanjang sebagaimana KTP (Kartu Tanda Penduduk) ataupun SIM (Surat Ijin Mengemudi) ketika masa berlaku kartu tersebut habis dalam jangka waktu 5 tahun. (lebih…)

Read Full Post »

Alusi

 

Salah satu teknik menulis yang dapat digunakan agar sebuah tulisan lebih nyaman dibaca, lebih mengalir penuturannya. dan lebih enak dicerna, adalah dengan menggunakan alusi. Berbeda dengan ilusi, alusi adalah sebuah majas perbandingan yang merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pada tulisan atau karya sastra. Alusi sebagai sebuah nomina juga berarti kilatan. (lebih…)

Read Full Post »

 

Kata “xenofilia” pertama kali saya temui dalam buku “Naskah-Naskah Kompas Jaya Suprana” yang diberikan oleh seorang kenalan. “Kelirumologi Xenofilia”, begitu bunyi tajuk salah satu tulisan begawan humorolog Indonesia itu. Alih-alih nama sebuah penyakit medis, ternyata xenofilia merupakan sebuah sikap masyarakat yang mengagumi sampai memuja yang asing, bahkan tergila-gila pada produk luar negeri. “Pendeknya buatan luar negeri pasti bagus, bikinan dalam negeri pasti buruk!” begitu tulis Jaya Suprana ketika menjelaskan tentang xenofilia. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »