Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2010

Momen awal tahun bagi masyarakat pajak dan Direktorat Jenderal Pajak memang menjadi momen yang penting.  Di bulan-bulan seperti inilah –Januari sampai dengan April-, Kantor Pelayanan Pajak Pratama akan ramai dikunjungi oleh Wajib Pajak (WP) yang menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan terkait penghasilan yang diterimanya di tahun yang lalu.  Dan di momen penting seperti inilah, Direktorat Jenderal Pajak sejak tahun 2009 yang lalu melakukan sebuah inovasi dalam melayani penerimaan SPT Tahunan yang disampaikan oleh WP melalui penyediaan DROP BOX.

Sistem pelayanan DROP BOX pertama kali diadakan oleh DJP pada tahun 2009.  Waktu itu, dalam rapat di DPR, salah satu anggota dewan mengajukan pertanyaan kepada Menteri Keuangan.  Apakah SPT Tahunan itu tidak bisa dilaporkan dimana saja?  Masyarakat yang datang berbondong-bondong ke KPP untuk memenuhi kewajiban lapor SPT Tahunan menciptakan antrean yang panjang.  Dan antrean pelaporan SPT Tahunan ini tentu saja cukup menyita banyak waktu bagi seorang anggota legislatif seperti beliau.  Pertanyaan ini kemudian langsung ditanggapi oleh Menteri Keuangan.  Kemudian Bu Menkeu menanyakan kesanggupan Direktur Jenderal Pajak yang kala itu masih dijabat oleh Pak Darmin Nasution.  Apakah DJP sanggup menyediakan sistem pelayanan penerimaan SPT Tahunan di semua tempat (selain di KPP dimana WP terdaftar.red)?  Pertanyaan Bu Menkeu ini pun disanggupi oleh Dirjen Pajak. (lebih…)

Read Full Post »

“Gue tuw ngarti mereka ngomong apaan, gue bisa nangkep maksut omongannya lagh..  Tapi kalo gue disuruh ngejawab pake bahasa Jawa jugak, gue kagak bisa..” Sebuah kalimat yang terlontar dari seorang mahasiswi kampus plat merah, saat bahasa Jawa menjadi “bahasa nasional dan bahasa persatuan” di lingkungan tempat kuliahnya. (lebih…)

Read Full Post »

Hmmm.. sudah seminggu lebih nggak ngeblog.  Akhir-akhir ini, pekerjaan memang “menggunung” dan cukup dibuat pontang-panting untuk menyelesaikannya.  Lelah?  Mmm.. bukankah lelah hanya boleh dirasakan oleh raga, tapi tidak dengan jiwa?

Waktu senggang pun kemudian lebih banyak digunakan untuk membaca.  Ya.  Membaca.  Sebenarnya apa arti kata “membaca”?  Apakah ketika seseorang memegang buku dan memelototi huruf demi huruf, itu berarti ia sedang membaca?  Ketika seseorang tampak seperti membaca, tapi pikirannya terbang kemana-mana, apakah orang tersebut (tetap) bisa dikatakan sedang membaca? (lebih…)

Read Full Post »

 

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Kalimat ungkapan seperti ini sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pelajaran akhlaq atau budi pekerti. D’art of giving. Seni memberi. Saat bagi banyak orang, memberi itu menerangkan hati. Tapi apakah kalimat ungkapan di atas bisa juga diperantikan untuk menghadap-hadapkan orang yang satu berada dalam posisi di atas sedangkan orang lain berada di bawah? (lebih…)

Read Full Post »

Jakarta 20 Desember 2004.

Jam: 14.30 malam

Untuk suamiku

Assalamu’alaikum wr.wb.

Mas Tom yang tersayang,

Kemaren tanggal 18, saya telah menghadiri peluncuran buku Tarbawi dengan anak kita Bambang Sulistomo.  Saya telah tertarik dengan surat undangannya, karena disitu tercantum nama Mas Tom.  Meskipun saya masih sakit, karena tangan saya yang kiri masih dalam gendongan, saya perlukan untuk datang.  Saya waktu itu sedang pulang dari sholat Idul Adha, jatuh ditengah jalan dan tangan saya yang kiri patah.  Alhamdulillah sudah dioperasi di R.S.P.A.D. dan sekarang sedang dalam taraf penyembuhan.  Dalam pertemuan warga2 pejuang tersebut, topik yang dibacakan adalah: “Pengaruh Surat Cinta.” (lebih…)

Read Full Post »

Beberapa hari ini, sebagian waktu luang dihabiskan untuk mengerjakan soal-soal TPA (Tes Potensi Akademik).  Kalau dikatakan alasan mengerjakan soal-soal TPA karena “iseng” sebenarnya nggak juga, hehehe..  Kalau ditanya mau ikut tes CPNS?  Hmmm..  nggak juga, hehehe..  Dan ternyata beberapa hari bergelut dengan soal-soal bahasa Indonesia dan Matematika, dengan waktu yang dibatasi, tidak menghasilkan nilai yang memuaskan, hohoho_  Nilainya jelek-jelek, ada yang 6,67 – 6,75 – 8,5 – ada juga yang 5,5.. Huehehe_ (lebih…)

Read Full Post »

Ketika cerpen IGB selesai ditulis, saya sengaja “melempar” tulisan tersebut ke beberapa milis dan fordis yang (kebetulan) saya ikuti. Tujuan awalnya adalah “mendulang respon”, apakah tulisan itu memang “layak” disebut cerpen ataukah ada yang perlu diperbaiki di sana-sini. Tujuan “pembelajaran”. Pembelajaran bagi saya sendiri yang masih fakir ilmu dan pengalaman dalam dunia menulis dan kata-kata.

Di sebuah notes, cerpen tersebut “dibedah” oleh teman-teman kuliah saya. Menarik. Karena ada beberapa masukan disana, terutama terkait dengan dunia martians yang memang masih awam bagi seorang fita, hehehe_ Alasan seorang martians ketika mereka berargumentasi, terutama saat status mereka adalah “under jealousy sky”, ternyata memang kontras dengan alasan seorang venusians seperti saya 🙂 Well, let me learn about it guys..^^ (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »