Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2010

Idenya berawal ketika melihat hasil jepretan kamera milik kawan-kawan alumni di sebuah jejaring sosial.  Menarik, ternyata hasil jepretan beberapa kawan ini layak diperhitungkan.  Walaupun saat kuliah dulu, mereka justru tidak tergabung dalam UKM MAFOS – Mahasiswa Fotografi STAN.  Kemudian saya memberanikan diri untuk menyampaikan ide itu   :  menggunakan foto-foto karya mereka dalam blog pelangi.kata.  Pucuk dicita ulam pun tiba, ternyata ide ini ditanggapi positif oleh kedua kawan saya itu.  Kebetulan keduanya juga merupakan kontributor blog penulis.langit. Terima kasih untuk Lee Saruja dan Rahmat Mulyono yang memperkenankan saya untuk menggunakan karya mereka di blog pelangi.kata ini.  Thanks a lot!^^ (lebih…)

Iklan

Read Full Post »


Sejak ikut kelas menulis online pada sebuah web di tahun 2009, saya sebenarnya sudah bertanya-tanya tentang apa itu “opini”?  Lebih tepatnya “sebuah tulisan opini”?  Apa ketika seseorang sekedar menulis sesuatu kejadian itu sudah dianggap sebuah opini?  Apakah ketika kita sudah memberikan sebuah solusi tentang current issue yang sedang dibahas oleh banyak media massa, maka kita sudah beropini?  Atau saat tulisan kita dimuat oleh sebuah media cetak atau web publik, maka tulisan kita benar-benar patut dianggap sebagai sebuah tulisan opini? (lebih…)

Read Full Post »


Ningsih duduk terdiam di bangkunya.  Di depan kelas, seorang wanita paruh baya yang kerap dipanggil Bu Guru Jum oleh murid-murid menuliskan sesuatu di papan tulis. “ Jadwal Pendaftaran Ulang dan Libur Sekolah”, begitu bunyi tajuknya.  Tapi Ningsih tak menghiraukan apa yang terbaca di papan tulis kayu itu, pun dengan kata-kata Bu Jum perihal biaya pendaftaran ulang yang hanya bisa diangsur sebanyak dua kali, tidak lebih. (lebih…)

Read Full Post »

Ranchhodas Shamaldas Chanchad says that when everything’s go out of control just say to your heart “aal iz wel.. aal iz well..” (lebih…)

Read Full Post »

Arus modernitas dan upaya pelestarian bangunan bersejarah sering menjadi dilema tersendiri dalam pembangunan sebuah kota.  Semangat modernitas kerap mampu merobohkan bangunan-bangunan tua, bahkan dalam realitasnya, mengubur sejarah kebudayaan dan memori kolektif manusia tentang jejak sejarah masa lalu.

Bangunan cagar budaya, terutama yang terletak di lokasi strategis secara ekonomis, kerap menjadi incaran para investor yang ingin menanamkan modal.  Pemeliharaan cagar budaya yang tidak pernah mudah, menjelma menjadi sebuah problematika yang pelik dan rumit ketika bertemu dengan kekuatan ekonomi atau politik tertentu. (lebih…)

Read Full Post »

Dia Lo Gue

Cerpen “Jimat Ki Suro Banaspati” ternyata banyak mendapat komentar dari pembaca.  Cerpen itu memang sengaja saya “sebar” ke beberapa media untuk mendulang respon.  Dan rata-rata, pembaca berkomentar tentang nuansa jawa yang ada di dalam cerpen tersebut.  Saya sendiri sewaktu menulis cerpen tersebut, sebenarnya tidak terlalu memfokuskan diri untuk menulis fiksi yang njawani Semuanya mengalir begitu saja.  Saya masih ingat, cerpen itu ditulis pada Minggu sore (9/5) dan saya posting di blog malam harinya. (lebih…)

Read Full Post »


  • Oleh Nurfita Kusuma Dewi

Kamar tamu rumah itu tampak ramai.  Ada sekitar sepuluh bapak-bapak duduk lesehan di atas tikar yang disediakan tuan rumah.  Beberapa bersandar di dinding rumah yang warna catnya sudah mulai lapuk, dan yang lain memilih duduk melingkar ngobrol ngalor ngidul. Kursi dan meja tamu yang biasanya ada di ruangan itu dipindah ke teras rumah.  Tiga bapak-bapak tampak jagongan mengelilingi pot besar tanaman kuping gajah di dekat pintu masuk. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »