Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2010

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

I have imagined that paradise will be a kind of library.

Hanya seorang pencandu yang akan mengandaikan perpustakaan dalam bayangan sedemikian berlebihan.  Dan Jorge Luis Borges (1899-1986) adalah orang yang kelewat mencandu buku itu.  Borges dikenal sebagai pustakawan Argentina yang matanya nyaris buta karena kegilaannya dalam membaca.  Sebelum Borges, pernah ada pula pustakawan di abad 17 bernama Antonio Maglia-bechi dari Fiorentina yang juga mencandu dan menggilai buku.  Bagi mereka, menjadi penjaga perpustakaan adalah wujud dari sebuah kecintaan.  Perpustakaan tak ubahnya sebuah sinagog besar beraroma kertas yang khas dimana pengetahuan diikat dan dikumpulkan di dalamnya. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

 

Hu’um..  Aku tau rasa kecewa itu seperti apa..  Menyesakkan dan jauh dari sebuah penerimaan..  Sayangnya, seorang yang kecewa kerap sibuk dengan sakit hatinya..  Lupa untuk mempertahankan nyala sebuah asa..  Berjanjilah pada diri sendiri untuk kembali menjemput asa itu dalam keadaan yang jauh lebih baik dari kondisi saat ini..  Kekecewaan adalah kekuatan untuk berproses pada kebaikan..  Dan orang yang paling bertanggung jawab terhadap diri kita, bukan orang lain, melainkan diri kita sendiri^^

(Arisa Fukushima) (lebih…)

Read Full Post »


Cahaya matahari pagi mengambang di antara kabut.  Puncak gunung Ungaran masih terbungkus selimut putih saat rombongan Gayamsari menyusuri jalan aspal yang berliku-liku.  Pasar Bandungan yang dilewati pun sudah memulai riuhnya jauh sebelum langit bersemburat warna jingga.  Satu per satu peserta Internalisasi Corporate Value (ICV) sampai di tempat pelatihan. (lebih…)

Read Full Post »

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

 

Kasus pemalsuan dokumen perpajakan masih marak terjadi di era reformasi keuangan seperti sekarang ini.  Pemalsuan dokumen yang kerap terjadi di Kantor Pelayanan Pajak, terutama Pratama, adalah SSP (Surat Pembayaran Pajak), SSB (Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), atau STTS (Surat Tanda Terima Setoran) fiktif.  Ketiga jenis dokumen ini berfungsi sebagai tanda bukti pembayaran atas pajak terutang.  SSP, SSB, atau STTS fiktif (palsu) ini sengaja dibuat untuk dijadikan bukti tertulis oleh Wajib Pajak (WP) “nakal” bahwa mereka telah melakukan pembayaran di bank atau tempat-tempat pembayaran yang ditunjuk.  Alih-alih uang pajak telah disetor ke kas negara, “potensi” penerimaan negara ini justru hilang tanpa diketahui rimbanya. (lebih…)

Read Full Post »

Banyak orang berpendapat bahwa posisi bahasa Indonesia yang semakin terpinggirkan disebabkan oleh maraknya penggunaan bahasa asing (terutama bahasa Inggris) dan bahasa daerah (bahasa ibu) di dalam masyarakat.  Tapi, benarkah posisi bahasa Indonesia “terancam” oleh keberadaan bahasa lain di negeri ini?  Burukkah jika kita merasa lebih nyaman dengan bahasa asing atau bahasa ibu dalam berkomunikasi? (lebih…)

Read Full Post »

(Bukan soal Sailormoon.. *kriuksss,,) (lebih…)

Read Full Post »

Bulan Oktober telah ditetapkan pemerintah sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.  Namun gaung even tahunan ini tidak dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.  Ironisnya lagi, kecuali Pusat Bahasa, institusi pendidikan pun tidak banyak yang turut serta berpartisipasi mensosialisasikan “hari jadi” bahasa Indonesia ini melalui berbagai kegiatan kebahasaan atau apresiasi sastra yang diperuntukkan bagi pelajar atau mahasiswa. (lebih…)

Read Full Post »