Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2011

Happy Ied Mubaraq

<br><div style='width: 400px; height: 400px;'><object type='application/x-shockwave-flash' data='http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Eid-Mubarak-Animation-Greeting-Card-2636-8192_134217728.widget?__install_id=1251034499027&__view=expanded' width='400' height='400'> <param name='movie' value='http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Eid-Mubarak-Animation-Greeting-Card-2636-8192_134217728.widget?__install_id=1251034499027&__view=expanded'> <param name='quality' value='high'><param name='wmode' value='transparent'><param name='allowScriptAccess' value='always'><param name='width' value='400'><param name='height' value='400'> <div class='online_widget_preview_no'><div><br>The <a href='/widgets/gallery/' title='Browse Widgets Gallery'>Widgipedia gallery</a><br>requires Adobe Flash<br>Player 7 or higher.<br><br>To view it, <a href='http://www.adobe.com/go/getflashplayer' target='_blank'>click here</a><br>to get the latest<br>Adobe Flash Player.</div></div> </object><br /><a href='http://www.al-habib.info' style='font-size:10px;'>Islamic Greeting Card by Alhabib</a></div></font></td></tr></table></td></tr></table>

Read Full Post »

Saya tidak tahu pasti kapan tokoh ini lahir.  Awalnya, tantangan itu datang dalam bentuk kolom.  Tapi berhubung tulisan awal yang saya sebut “kolom” itu ditolak oleh sang pemred, jadilah saya “berburu” tulisan-tulisan kolom para penulis-penulis kawakan.  Nama Putu Wijaya sempat disebut, walau akhirnya saya justru menemukan tulisan kolom Umar Kayam di salah satu buku yang tersimpan di kamar kosan.

Apa yang menarik dari tulisan kolom Umar Kayam?  Tidak banyak.  Meski demikian, setidaknya ada dua gaya penulisan kolom beliau yang saya “ambil” ketika itu.  Pertama, aksen dan logat jawa yang tampak dalam dialog antartokoh.  Kedua, bunyi “kriekkk” yang ditimbulkan oleh suara lincak yang diduduki oleh tokoh “Umar Kayam”.  Sudut pandang tulisan kolom Umar Kayam adalah orang pertama, sehingga tokoh utama pun hadir dalam sosok dirinya sendiri. (lebih…)

Read Full Post »

Sekolah Koruptor


 

 KLOTHAAAK..!

“Eh, suara apa itu? Pasti mereka datang lagi!” ngomel Mbok Emban keluar rumah.

“Jangan dilempari jambunya!” teriak Mbok Emban.

“Lari..  ayo lari cepat..!”  Anak paling bongsor memberi komando untuk meninggalkan pekarangan rumah Mbok Emban.  Tapi malang, Pak Emban yang baru pulang dari masjid sudah berdiri di depan pagar.  Sontak wajah ketiga bocah tengil itu pucat. (lebih…)

Read Full Post »

Stasiun Kenangan

“Stasiun kenangan adalah tonggak-tonggak dan pilar-pilar kesejarahan dari sebuah perjalanan kehidupan.”  –  (A. Fukushima)

Sedih.  Setidaknya itu yang saya rasakan ketika gagal membuka blog saya di sebuah situs jejaring sosial.  Blog “tertua” yang saya miliki sejak tahun 2006.  Bukti otentik yang mencatat sejarah tulisan-tulisan saya saat pertama kali berkenalan dengan makhluk bernama “blog”.  Blog yang turut “berjasa” memprakarsai bertemunya dua hati (uhhuk!).  Blog yang kini sudah tidak bisa diakses karena akunnya telah ditutup! (lebih…)

Read Full Post »

#fiksimini

“Cerita fiksi itu cuma 6 kata.  Selebihnya imajinasi.” — (Ernest Hemingway)

Kalimat provokatif Hemingway inilah yang disebut-sebut sebagai “cikal bakal” lahirnya fiksi mini di dunia.  Fiksi tidak memerlukan kalimat-kalimat panjang.  Fiksi sejatinya mampu hadir dalam enam kata sederhana yang membentuk satu ide istimewa.  Lupakan entang aksesoris dan ornamen yang tidak berkontribusi memajukan cerita, dan voila!, karya fiksi pun hadir di depan mata.

Di tahun 1920, Hemingway pernah menulis novel lengkap dan hebat hanya dengan enam kata.  For sale  :  baby shoes, never worn.  Sangat singkat, padat, dan menyisakan sesuatu “menggantung” yang harus diselesaikan oleh imajinasi pembaca, bukan tuturan penulisnya.  Bahkan berabad-abad sebelum Hemingway lahir, Gaius Julius Caesar telah lebih dahulu menulis sebuah fiksi pendek.  I came, I saw, I Conquered.  Sejarah kemudian menyebarkan tulisan ini lewat budaya lisan ke seluruh dunia dan mengabadikannya sebagai salah satu karya literer terpopuler yang dikenal dengan pameo Vini, Vidi, Vici.

Pertanyaan sederhana yang hadir kemudian adalah  :  apakah layak tulisan 6 kata ini disebut sebagai sebuah fiksi?  (lebih…)

Read Full Post »