Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘budaya’ Category

Sebenernya sudah sejak beberapa bulan yang lalu pengen nulis soal fenomena love cyber ini. Tapi karena satu dan lain hal baru sempat menulis sekarang. Dan selama berbulan-bulan itulah didapatkan hasil observasi bahwa fenomena ini ternyata bukan cuma jadi perhatian saya seorang. Bukan pula cuma cewek yang tertarik, kalangan cowok pun ternyata menaruh perhatian!

Apa itu?

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Happy New Calendar

Q  :  “Menyambut tahun baru 2012, apa arti tahun baru bagi Anda?”
A  :  “Tidak lupa mengganti kalender di rumah dengan yang baru.”

Q  :  “Maksudnya, apa resolusi baru berdasarkan rencana di tahun 2012?”
A  :  “Resolusi saya berdasarkan kalender akademik semesteran di STAN, bukan tahunan.”

Q  :  “Lalu, apa ada harapan baru dengan datangnya tahun baru?”
A  :  “Setiap hari selalu membawa harapan baru bagi saya.”

Q  :  “Apakah Anda tipe orang yang pesimistis?”
A  :  “Saya rasa tidak, meski saya pesimis orang-orang yang merayakan tahun baru akan benar-benar menjadi pribadi yang baru.”

Q  :  “Dari jawaban Anda, sepertinya Anda kurang begitu suka dengan perayaan tahun baru dengan meniup terompet dan konvoi?”
A  :  “Bisa jadi, karena saya takut malaikat Isrofil ikut meniup terompetnya di malam tahun baru yang ramai.” (blog.akusukamenulis)

Read Full Post »

Gerbong Pasar

“Gerbong kereta api kini tak ubahnya sebuah pasar, jika bukan oligopoli maka monopoli yang terjadi.”
— Arisa Fukushima

Pulang ke tanah Jawa dengan kereta api hampir selalu menjadi pilihan. Kecepatan yang cukup stabil, tidak seperti bis yang kecepatannya kadang ngebut dan ngerem mendadak, menjadi faktor utama mengapa kereta (bagi saya pribadi) terasa lebih nyaman. Ya, memang ada satu lagi pilihan transportasi yang lebih cepat dan lebih nyaman dibanding kereta api. Tapi berhubung saya phobia ketinggian (terutama ketinggian harga :D), kereta api tetap jadi pilihan utama. (lebih…)

Read Full Post »

Di tengah gelombang empati yang mengalir bagi para pengungsi Merapi, pertunjukkan wayang hadir dengan rupa dan caranya sendiri.  Wayang bukan hanya hadir sebagai sebuah tontonan, namun ia hadir sebagai sebuah tuntunan.   Membawa pesan-pesan moral, budaya asli Indonesia ini menunjukkan eksistensinya di tengah hiruk pikuk barak pengungsian Merapi. (lebih…)

Read Full Post »

Sabtu pagi ini diawali dengan pergi ke Kecamatan Umbulharjo yang letaknya nggak jauh dari rumah.  Bukan,, bukan mau ke bagian KUA.  Tapi mau ke bagian pelayanan, lebih tepatnya memperpanjang masa berlaku KTP.  Proses perpanjangannya sendiri seharusnya dilakukan sejak 7 Mei 2010, tapi berhubung nggak perhatian ma tuw kartu, jadi baru keurus sekarang.  Itu pun kalau bukan karena KTP adalah syarat mutlak buat ambil mug dari KOMPAS, mungkin juga gak bakal diurusin sampe pulang ke Jogja.  Lagian, kenapa juga KTP harus mengalami proses perpanjangan masa berlaku?  Kenapa gak kayak kartu NPWP aja yang sekalinya dicetak, langsung berlaku seumur hidup?  *siiing..

(lebih…)

Read Full Post »

Defending.  Setidaknya naluri itulah yang ada pada masing-masing manusia.  Naluri mempertahankan diri.  Terhadap apa?  Mempertahankan diri dari hal-hal yang tidak mereka inginkan, tidak mengenakkan, dan merendahkan.  Kematian, bahaya, bencana, cemoohan, ejekan, tudingan, fitnah, dan lain sebagainya.

Homeostatis.  Sebuah upaya mempertahankan diri agar bisa bertahan dalam sebuah kemapanan, sebuah kondisi yang ajeg. (lebih…)

Read Full Post »

Fenomena mistik kembali ramai diberitakan oleh media massa.  Apakah ini hanya issu sementara untuk menutupi kasus markus pajak atau tidak, saya pribadi tidak ingin membahasnya.  Fenomena yang sedang ramai diberitakan itu adalah penampakan wajah pada kobaran api di pusat perbelanjaan Ramayana, Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.  Berita itu terus bergulir hingga kemudian diberitakan pula penampakan-penampakan lain yang ada dalam kobaran api kebakaran tersebut.  Mulai dari penampakan wajah (alis, mata, dan hidung), penampakan kepala anjing, hingga penampakan Inul. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »