Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘dimensi linguistik’ Category

 

 

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

 

 

“Tingkat kelulusan siswa sekolah menengah menjadi barometer keberhasilan pendidikan di Indonesia.”  Kesalahan diksi dalam kalimat di atas kerap kita jumpai baik dalam tulisan maupun lisan di media massa.  Jika dicermati lebih lanjut kalimat di atas akan memicu pertanyaan, sebenarnya apa hubungan keberhasilan pendidikan dengan tekanan udara? (lebih…)

Iklan

Read Full Post »


Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

Kita akan mengusut kasus ini hingga tuntas dan kita akan menyeret pelakunya ke meja hijau”.  Kalimat seperti ini sudah acap kali kita dengar dari tayangan-tayangan di layar televisi.  Terutama saat sebuah kasus kriminalitas atau skandal menyeruak di permukaan publik.  Tapi tidak banyak yang menyadari bahwa secara bahasa, penggunaan subjek dalam kalimat tersebut adalah salah! (lebih…)

Read Full Post »


Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

 

 

Euforia final piala AFF yang mempertemukan Indonesia dan Malaysia tengah menjadi sorotan media publik.  Prediksi kemenangan, kekuatan kedua tim, profil pemain, dan skor yang akan dihasilkan menjadi pembahasan menarik di tengah masyarakat.  Tapi tidak banyak media yang membahas tentang fenomena bahasa kedua bangsa serumpun ini.  Akar bahasa yang sama, yakni Melayu, ternyata tidak serta merta menyebabkan Indonesia dan Malaysia menyebut olahraga yang dimainkan oleh sebelas pemain di lapangan hijau ini dengan istilah yang sama. (lebih…)

Read Full Post »

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

Fenomena bahasa “unyu” tengah marak digunakan oleh kalangan anak muda bangsa ini.  “Unyu” adalah bahasa yang kerap digunakan oleh para pengguna akun sebuah situs jejaring sosial untuk berkomunikasi dengan teman-temannya di dunia maya.  Maka tidak heran jika kosakata “unyu” justru jarang kita temukan dalam bahasa percakapan sehari-hari di dunia nyata. (lebih…)

Read Full Post »

Media massa sebagai  sarana pembinaan bahasa Indonesia yang baik dan benar semestinya mampu menjadi acuan penulisan kata atau istilah yang benar bagi pembaca atau pemirsanya.  Namun sayangnya, penulisan kata “ramadan” di media massa masih banyak yang tidak sesuai dengan kaidah EYD.  Ada media yang menggunakan kata “ramadan’, “ramadhan”, “romadhon”, atau bahkan “ramadlan”. (lebih…)

Read Full Post »

Wacana Bank Indonesia untuk melakukan redenominasi rupiah menuai banyak tanggapan pro dan kontra di masyarakat.  Berbagai kalangan menilai bahwa gagasan redenominasi hanya mengulang sejarah sanering Menteri Keuangan Syarifuddin Prawiranegara.  Gejolak opini dan keresahan masyarakat ini segera ditanggapi oleh Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia, yang menegaskan bahwa redenominasi berbeda dengan sanering yang terjadi di tahun 1950. (lebih…)

Read Full Post »

Tulisan di bawah ini merupakan kunci jawaban dari kuis [get.the.book] Adjective Quiz!^^

Have you answered all the questions?  Just check your answers! (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »