Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘opini media massa’ Category

Oleh : Nurfita Kusuma Dewi

Rencana Lady Gaga, penyanyi kontroversial dari Negeri Paman Sam, mengadakan konser di Jakarta pada 3 Juni mendatang terus menjadi tema “seksi” yang dibahas di berbagai media massa. Pro-kontra terus saja bergulir, sampai-sampai masyarakat Indonesia seolah terbagi menjadi tiga kubu yang saling berlawanan dalam menanggapi kedatangan sang superstar. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Judul                  :  Madre (kumpulan cerita)
Penulis               :  Dewi “Dee “Lestari
Penerbit            :  Bentang Pustaka
Tanggal terbit :  Juli – 2011
Harga                 :  Rp 47.000

“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak menjadi seperempat Tionghoa, nenek saya ternyata tukang roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu :  Madre,”. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

     Orang sering tidak paham tentang kesaktian yang terkandung dalam bahasa.  Bahasa mencerminkan mentalitas, pemikiran, kecenderungan pribadi, kekayaan pengalaman, dan kepekaan sosial penutur.  Ketika seorang penutur memiliki pikiran yang kacau, maka bahasa yang diucapkan pun akan kacau.  Sama halnya ketika penutur tidak mampu menghayati makna kata, maka rasa bahasa yang lahir pun ikut kacau. (lebih…)

Read Full Post »

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

Kisruh tentang penarikan film impor di Indonesia oleh Motion Picture Association of America (MPAA) tengah ramai dibicarakan publik.  Masyarakat, yang lebih banyak diwakili kaum muda, pun gusar mendengar kabar “buruk” ini.  Terbitnya Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak SE-03/PJ/2011 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Berupa Royalti dan Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Pemasukan Film Impor dianggap sebagai “biang kerok” lenyapnya film-film garapan sineas mancanegara di bioskop-bioskop tanah air. (lebih…)

Read Full Post »

Di tengah gelombang empati yang mengalir bagi para pengungsi Merapi, pertunjukkan wayang hadir dengan rupa dan caranya sendiri.  Wayang bukan hanya hadir sebagai sebuah tontonan, namun ia hadir sebagai sebuah tuntunan.   Membawa pesan-pesan moral, budaya asli Indonesia ini menunjukkan eksistensinya di tengah hiruk pikuk barak pengungsian Merapi. (lebih…)

Read Full Post »

Kisah pelesiran Gayus Tambunan ke Bali yang dilansir media menjadi sebuah “tamparan“ keras dalam proses reformasi birokrasi.  Pada Jumat (15/10) silam, Gayus tertangkap kamera sedang menonton pertandingan tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali.  Pertanyaan besar pun muncul, bagaimana mungkin seorang tahanan Rutan Brimob bisa lolos keluar dari jeruji besi untuk sekedar menonton tenis di Bali? (lebih…)

Read Full Post »

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

I have imagined that paradise will be a kind of library.

Hanya seorang pencandu yang akan mengandaikan perpustakaan dalam bayangan sedemikian berlebihan.  Dan Jorge Luis Borges (1899-1986) adalah orang yang kelewat mencandu buku itu.  Borges dikenal sebagai pustakawan Argentina yang matanya nyaris buta karena kegilaannya dalam membaca.  Sebelum Borges, pernah ada pula pustakawan di abad 17 bernama Antonio Maglia-bechi dari Fiorentina yang juga mencandu dan menggilai buku.  Bagi mereka, menjadi penjaga perpustakaan adalah wujud dari sebuah kecintaan.  Perpustakaan tak ubahnya sebuah sinagog besar beraroma kertas yang khas dimana pengetahuan diikat dan dikumpulkan di dalamnya. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »