Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘rumah ide’ Category

Ketika cerpen IGB selesai ditulis, saya sengaja “melempar” tulisan tersebut ke beberapa milis dan fordis yang (kebetulan) saya ikuti. Tujuan awalnya adalah “mendulang respon”, apakah tulisan itu memang “layak” disebut cerpen ataukah ada yang perlu diperbaiki di sana-sini. Tujuan “pembelajaran”. Pembelajaran bagi saya sendiri yang masih fakir ilmu dan pengalaman dalam dunia menulis dan kata-kata.

Di sebuah notes, cerpen tersebut “dibedah” oleh teman-teman kuliah saya. Menarik. Karena ada beberapa masukan disana, terutama terkait dengan dunia martians yang memang masih awam bagi seorang fita, hehehe_ Alasan seorang martians ketika mereka berargumentasi, terutama saat status mereka adalah “under jealousy sky”, ternyata memang kontras dengan alasan seorang venusians seperti saya 🙂 Well, let me learn about it guys..^^ (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

 

 

Ketika sebuah ide datang, maka ia ibarat kupu-kupu yang hinggap di otak kita. Kita harus cepat-cepat menangkapnya agar ide itu tidak terbang dan menghilang begitu saja. Saat kita kehilangan ide untuk menulis pun, kita harus cermat melihat penampakan kupu-kupu di banyak tempat. Lihat sekeliling dengan cermat dan raih sebanyak-banyaknya kupu-kupu yang bisa tertangkap oleh jaring-jaring kita. (lebih…)

Read Full Post »

 

 

Sebuah ide bisa datang kapan saja. Saat kita sedang belajar, mengerjakan tugas sekolah, menyelesaikan pekerjaan kantor, dalam perjalanan pulang ke rumah, berhenti di trafficlight, duduk di dalam bus, menunggu kereta datang di stasiun, menonton tivi, menjelang tidur, seusai bercakap-cakap dengan seseorang, di tempat rekreasi, di mana pun dan kapan pun. Sayangnya, ide itu sering kita buang begitu saja dengan sebuah alasan pembenaran klasik, yakni lupa. Atau lebih tepatnya, ide itu sengaja kita biarkan untuk dilupakan. (lebih…)

Read Full Post »