Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘teknik menulis’ Category

Beberapa hari yang lalu sebuah surat masuk ke inbox surel. Ternyata dari redaksi sebuah koran nasional yang bermarkas di kota Jakarta. Isinya tentang “tanggapan” atas kiriman tulisan resensi yang sempat dikirim ke koran tersebut. Sebelumnya, saya memang mengirim sebuah tulisan resensi ke koran tersebut. Namun setelah beberapa hari ditunggu dan resensi tidak kunjung dimuat, maka saya berinisiatif untuk merombak tulisan tersebut dan mengirimkannya kembali. Sayangnya, pasca dirombak ulang, resensi yang saya kirim pun tidak juga dimuat. Saya sempat penasaran apa sebab musabab tulisan itu tidak kunjung dimuat, karena bulan Agustus 2011 yang lalu saya hanya menunggu satu hari sampai kiriman resensi dimuat di koran tersebut. Hingga akhirnya di satu hari, rasa penasaran itu terjawab lewat kiriman surat elektronik sang redaktur koran. (lebih…)

Read Full Post »

Beneath this mask there is more than flesh. Beneath this mask there is an idea, Mr. Creedy, and ideas are bulletproof.  —  (V for Vendetta)

Pernah menonton film “V for Vendetta” yang dibintangi oleh aktor Hugo Weaving?  Vendetta, sang tokoh utama, dalam film itu mengatakan bahwa ide adalah peluru.  Tapi tulisan kali ini tidak akan berbicara lebih jauh tentang film ini, melainkan berbicara tentang “V” yang lain dalam dunia sastra, yakni Verisimilitude.

(lebih…)

Read Full Post »

Kata “niche” pertama kali saya temukan saat belajar Manajemen Strategis menjelang ujian akhir semester.  Bukannya tertarik untuk menggali definisi kata ini terkait dengan strategi bisnis perusahaan, saya justru penasaran ketika kata “niche” di mesin pencari ternyata kerap disandingkan dengan kata “blog”.  Hmmm, what kinda blog is this?  Niche blog, does it have a same meaning with nic(h)e blog? (lebih…)

Read Full Post »

“Writing a column takes more than just a bright idea and good writing.  It needs dedication, discipline, and the ability to meet deadlines.  If you can’t meet deadlines, you’ll soon be out of the job, and out of the publication”

— Mridu Khullar, Times contributor

(lebih…)

Read Full Post »

“Ternyata pengertian opini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga terbitan Balai Pustaka Tahun 2002 sangat singkat, yaitu pendapat, pikiran, pendirian.  Setelah membaca pengertian itu saya berpikir.  Kalau pengertian opini sesederhana itu, mengapa banyak di antara kita kesulitan ketika akan mulai menulis sebuah opini?

—  Yudi Nopriansyah, Pimred Lampung Post

(lebih…)

Read Full Post »

Langit tampak berawan kelabu saat saya menginjakkan kaki di halaman Perpustakaan Nasional.  Jakarta memang tengah dirundung mendung siang ini.  Sebuah bangunan serupa pendopo yang jauh memanjang ke belakang menyambut siapa saja yang datang berkunjung.  Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berdiri menjulang di samping pendopo. (lebih…)

Read Full Post »

Menulis cerita anak memang memiliki kiat-kiat tersendiri.  Kata orang, gampang-gampang susah.  Anak-anak cenderung serba ingin tahu, berpikiran lugu, berpindah cepat dari satu pokok ke pokok yang lain, ceplas-ceplos, dan apa adanya.  Perbedaan pola pikir, wawasan, dan keluasan kosakata yang dimiliki orang dewasa, dalam hal ini penulis cerita, dan anak-anak, sebagai pembaca, mau tidak mau menciptakan sebuah gap yang harus mampu dijembatani oleh isi dan alur cerita anak.  (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »