Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘buku’

Beberapa hari yang lalu sebuah surat masuk ke inbox surel. Ternyata dari redaksi sebuah koran nasional yang bermarkas di kota Jakarta. Isinya tentang “tanggapan” atas kiriman tulisan resensi yang sempat dikirim ke koran tersebut. Sebelumnya, saya memang mengirim sebuah tulisan resensi ke koran tersebut. Namun setelah beberapa hari ditunggu dan resensi tidak kunjung dimuat, maka saya berinisiatif untuk merombak tulisan tersebut dan mengirimkannya kembali. Sayangnya, pasca dirombak ulang, resensi yang saya kirim pun tidak juga dimuat. Saya sempat penasaran apa sebab musabab tulisan itu tidak kunjung dimuat, karena bulan Agustus 2011 yang lalu saya hanya menunggu satu hari sampai kiriman resensi dimuat di koran tersebut. Hingga akhirnya di satu hari, rasa penasaran itu terjawab lewat kiriman surat elektronik sang redaktur koran. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

 

 

 

Judul                :     The Art of Reading, Mengapa 90% Buku yang Dibeli Tidak (Habis) Dibaca
Penulis              :     Agus Setiawan
Penerbit            :     Gramedia Pustaka Utama
Terbit               :     Maret – 2012
Harga               :     Rp 48.000

 

     Apakah Anda pernah membeli buku tapi ternyata buku itu tidak terbaca dan hanya teronggok di sudut kamar? Bahkan masih terlindung plastik pembungkus dengan rapi? Survey yang dilakukan oleh sebuah penerbit besar di Amerika menunjukkan bahwa 90% buku yang dibeli tidak dibaca lebih dari bab 1. Sebagian besar orang yang mengaku hobi membaca tampaknya memang telah beralih hobi. Dari hobi membaca buku menjadi hobi membeli buku. (lebih…)

Read Full Post »


Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa STAN saat mendengar kata “book fair”? Senayan, buku, atau diskon gedhe-gedhean? Sudah menjadi hal yang mahfum memang jika momen book fair tiba, mahasiswa STAN akan beramai-ramai datang ke Senayan dan hunting buku disana. Ada rasa kepuasan tersendiri ketika buku yang selama ini diinginkan akhirnya dapat dibeli dengan potongan harga yang menggiurkan, walau harus berjubelan.

Kesimpulan apa yang dapat ditarik dari situasi ini? Mahasiswa STAN hobi baca buku? Mahasiswa STAN kutu buku? Mahasiswa STAN melek literasi? Ah, belum tentu.

Satu pertanyaan lagi. Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa STAN saat mendengar kata “gedung P”? Perpustakaan, pinjam buku, denda buku, atau numpang lewat saja? Untuk perkara yang satu ini, sudah menjadi hal yang mahfum pula jika perpustakaan STAN selama ini sepi pengunjung, tidak menarik, bahkan beberapa (jika tidak bisa dikatakan banyak) yang belum pernah menjamah satu buku pun di perpustakaan baca lantai atas. Pinjam buku sih pernah, pun karena disuruh dosen atau menjelang ujian. Tapi datang ke perpustakaan atas inisiatif sendiri. Wah, itu masih kejadian langka!

Lalu, kesimpulan apa yang dapat ditarik dari situasi terakhir ini? Mahasiswa STAN tidak suka baca buku? Mahasiswa STAN antibuku? Mahasiswa STAN tidak melek literasi? Kan, lagi-lagi belum tentu. (lebih…)

Read Full Post »

Berkah pernikahan!
Setidaknya saya menyebut demikian karena buku antologi “Gadis Kecil Mengetuk Pintu” ini terbit beberapa hari setelah saya menikah.  Alhamdulillah masih bisa berkarya.  Dan semoga terbitnya buku ini menjadi pertanda baik bahwa sekalipun predikat baru sebagai “istri” dan “ibu rumah tangga” telah tersemat namun aktivitas berkarya melalui tulisan tetap dapat terus dilakukan.  Aamiin..

(lebih…)

Read Full Post »

“Tadi waktu aku baca buku ini kayak ada yang motret-motret aku gitu..”
Saya yang geli mendengar kalimat itu sontak menunjukkan ekspresi tidak percaya.
“Beneran.  Buku-buku Pram kan terlarang..”
WAH!

*** (lebih…)

Read Full Post »

CERIA.  Itulah satu kata yang bisa saya gunakan untuk menggambarkan isi buku ini.  Bagaimana bisa?  Buku yang mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan luar biasa menjalani hari-hari dengan katup ventrikel buatan yang ditanam di jantungnya justru dikatakan “ceria”?  Setidaknya itulah gaya bercerita yang disuguhkan oleh (mbak) Nurul, seorang pasien kardiologi permanen, dalam buku ini.  You are what you write, begitu kata orang.  Sikap dan cara berpikir seseorang akan nampak dalam goresan-goresan pena yang ditorehkannya.

Nurul di dalam buku ini tampak memilih untuk menikmati cobaan demi cobaan yang datang dengan seluruh tenaga yang ia miliki.  Meskipun ia harus menggunakan katup platina untuk menggantikan katup ventrikel kiri (katub bikuspid) jantungnya yang rusak, meminum obat pengencer darah sepanjang hidupnya, bolak-balik masuk rumah sakit dan ruang bedah, sampai cobaan dalam kehidupan rumah tangganya, Nurul tetap ceria dan tegar.  Dan sikap inilah yang sangat tampak dalam kisah-kisah yang ditulisnya dalam buku ini. (lebih…)

Read Full Post »

“Jalan meraih mimpi memang tidak pernah mudah. Akan selalu ada
onak dan duri yang menghalangi. Namun semangat, harapan, kerja
keras, dan doa akan bisa mengatasi itu semua. Buku ini menulis
tentang itu semua, sebagian ceritanya begitu menyentuh dan layak
diapresiasi.”

Habiburrahman El Shirazy
Novelis, Sarjana Al Azhar University, Cairo, Mesir
Penulis Novel Fenomenal Ayat Ayat Cinta– (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »