Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘novel’

 

Judul : Sepatu Dahlan
Penulis : Khrisna Pabichara
Penerbit : Noura Books
Tanggal terbit : Mei – 2012
Harga : Rp 62.500

“Kemiskinan yang dijalani dengan cara yang tepat, akan mematangkan jiwa.” Pesan inilah yang ingin disampaikan oleh novel berjudul “Sepatu Dahlan” karangan Khrisna Pabichara. Novel setebal 392 halaman ini terinspirasi oleh kisah masa kecil Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang harus berjalan sekitar 6 kilometer setiap hari tanpa alas kaki!

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Judul                   :   Bulan Mati di Javasche Orange
Penulis                 :   Afifah Afra
Penerbit               :   Era Intermedia
Tahun                  :   September-2001
Harga                  :   Rp 28.500,-

 

“Tidak ringan menggarap novel dengan latar belakang sejarah. pembaca diingatkan pada bagian-bagian getir dari pengalaman bangsa, dan itu perlu.” (Taufiq Ismail)

 Menulis novel berlatar sejarah tentu tidak semudah menggarap novel fiksi percintaan. Penguasaan tentang peristiwa yang menjadi latar belakang cerita menuntut keuletan penulis untuk menggali informasi sejarah dan menyusuri fakta guna menemukan sebuah alur cerita. Dan Afifah Afra berhasil mengatasi permasalahan ini dalam novel Bulan Mati Di Javasche Orange.  (lebih…)

Read Full Post »

Deposuit Potentes de Sede et Exalvatat Humiles

Itulah kalimat yang ditulis oleh Pram mengakhiri novel keempat tetralogi pulau Buru, Rumah Kaca.  Dia Rendahkan Mereka yang Berkuasa dan Naikkan Mereka yang Terhina.  Sebuah novel yang, setidaknya bagi saya pribadi, sangat “luar biasa”!  Bagaimana tidak?  Di novel ini banyak kejutan yang terjadi, baik dari perubahan sudut pandang cerita, gaya bertutur, serta akhir kisah masing-masing tokoh.  Minke, sang tokoh sentral dalam tiga novel sebelumnya, ternyata harus “menyerah” di akhir halaman 593.  Raden Mas Minke yang sangat heroik itu pun akhirnya mati! (lebih…)

Read Full Post »

 

“Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan.” — Pramoedya Ananta Toer (lebih…)

Read Full Post »

 

Sayembara menulis ini digelar untuk memeriahkan hari jadi blog pelangi.kata yang pertama.  Tema dan bentuk tulisan bebas, boleh berupa artikel, puisi, maupun karya fiksi.  Syaratnya hanya satu, karangan tersebut harus mencantumkan kata “pelangi” dan “kata” di dalam rangkaian kalimatnya.  Tiga buah novel Tere Liye akan diberikan kepada tiga orang pemenang dengan ketentuan penilaian sebagai berikut  : (lebih…)

Read Full Post »

“Dulu pernah hidup dua pemahat hebat.  Mereka terkenal hingga diundang Raja berlomba di istananya.  Mereka diberikan sebuah ruangan besar dengan tembok-tembok batu berseberangan.  Persis di tengah ruangan dibentangkan tirai kain.  Sempurna membatasi, memisahkan, sehingga pemahat yang satu tidak bisa melihat yang lain.  Mereka diberikan waktu seminggu untuk membuat pahatan yang paling indah yang bisa mereka lakukan di tembok batu masing-masing.” (lebih…)

Read Full Post »

“Pekerjaan pendidikan dan pengajaran tak lain dari usaha kemanusiaan.  Kalau seorang murid di luar sekolah telah menjadi pribadi berkemanusiaan seperti Minke, sebagaimana dibuktikan dalam tulisan-tulisannya terakhir, kemanusiaan sebagai faham, sebagai sikap, semestinya kita berterimakasih dan bersyukur, sekali pun saham kita terlalu amat kecil dalam pembentukan itu.  Pribadi luarbiasa memang dilahirkan oleh keadaan dan syarat-syarat luarbiasa seperti halnya pada Minke.  Maka usulku: hendaknya dia diterima kembali sebagai siswa untuk dapat memberikan padanya dasar yang lebih kuat bagi perkembangannya di masa-masa mendatang.”

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »